and they said love is a journey, not a destination..
Aku suka merasa terganggu jika datang ke resepsi perkawinan, dan kirab pengantinnya telat. Misalnya, undangan menunjukkan pukul 19.00 WIB. Ketika kita sampai disana jam 19.00 WIB pengantinnya belum masuk ke ruangan. 15 menit kemudian pengantinnya baru masuk. Belum lagi jika setelah kirab ada lagi pertunjukkan tari-tarian yang menyita sekitar 10 menit lagi. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari kedua belah pihak. Another 10 minues dan baru pembacaan doa (another 5 minutes). Coba dihitung waktunya. Kira-kira pukul 19.40 WIB tamu baru bisa mengucapkan selamat dan menikmati makan malam.
Beuuh telat 40 menit gitu. Kalau aku sih kasihan sama tamu-tamu yang nunggu. Kita kan normalnya jam 19.00 WIB itu sudah makan malam. Jika telat sampai setengah jam kebayang dunk perut-perut para tamu itu sudah keruyukan gak jelas. Dan begitu saatnya ramah tamah, mereka malah berhambur ke meja katering dan lebih memilih makan terlebih dahulu ketimbang salaman sama pengantin. ![]()
(more…)
Tentang WO lagi. Sebelumnya aku sudah pernah tulis kebimbangan serta kedilemaan aku untuk menggunakan WO atau tidak pada saat hari H. Untuk acara di rumah (akad dan adat) aku merasa sudah yakin dengan tim dari Kamaratih dan tante Hesty untuk memandu semua acara adat. Kemudian keluarga sebagai panitia juga saya rasa bisa menghandle segala persiapan acara di rumah. Jadi untuk acara di rumah saya sudah yakin tidak perlu WO. Kalau pakai WO saya pikir hanya akan menuh-menuhin rumahku yang tidak terlalu besar. Hehehe.. kan kapasitas terbatas..
Namun untuk acara resepsi di Panti Prajurit diriku masih belum tenang. Beberapa pertimbangan telah aku pikirkan. Sampai akhirnya aku sampai pada kesimpulan bahwa rasanya bantuan WO akan sangat diperlukan pada saat resepsi.
(more…)
Pasti pada bingung deh, ngapain juga, gw, yang udah persiapan dari jauh-jauh hari, masih berpikir untuk pakai WO. Humm sebenarnya sih lebih kepada WO pada hari H saja sih. Waktu akad dan resepsi. Ga tau ya, mungkin karena aku yang perfeksionis kronis, kayanya kalo ga dipegang sendiri rasanya gimanaaa gitu.. Wehehehe, well I know, that’s my problem.
Humm, tapi masih dilema banget, butuh apa gak yaa ? Soalnya takut aja kurang koordinasi dan sebagainya. Namun, panitia yang di pilih papa juga udah segambreng. Segitunya butuhnya ga siih ? Hummm beneran dilema banget.
(more…)
Acara Adat Beauty Beskap Dekorasi Dokumentasi Engagement Entertainment Family Gedung Gift Health Honeymoon Invitation Katering Kebaya KUA LOVE Mahar Misc Panitia Pre-Wed Seserahan Souvenir Tata-Rias Wedding WO