Postingan berikut ini request dari jeng Dyah..
Kirab Pengantin itu bisa dibilang prosesi masuknya rombongan pengantin untuk mengantar pengantin dan kedua orang tua pengantin sampai ke pelaminan. Orang Jawa bilangnya proses Kirab. Nah dalam prosesi Kirab ini ada urut-urutan berdirinya. Untuk adat Jawa biasanya di pimpin oleh seorang Cucuk Lampah. Urutan detailnya bisa dilihat sebagai berikut :
- Cucuk Lampah
- Satrio Kembar (2 Orang)
- Putri Domas (4 Orang)
- Anak Patah (2 Orang)
- Kedua Pengantin
- Ibu dari Kedua Pengantin
- Ayah dari Kedua Pengantin
- Saudara Kandung Pengantin Wanita
- Saudara Kandung Pengantin Pria
- Saudara Kandung Orang Tua Pengantin Wanita
- Saudara Kandung Orang Tua Pengantin Pria
Jadi yah, mas ku tersayang itu sebenarnya campur-campur asal usulnya. Mamanya si Mas itu asli Gombong, Jawa Tengah. Namun papanya si Mas itu campuran Aceh-Padang-Sunda. Wuiih seru yah..
Jadinya ya gitu deh, hasilnya mas kuwh yang baik, sabar nan ganteng itu.. Hihihi..
Opa-nya si mas itu aseli Aceh. Kalau gak salah dari daerah Pidi di Aceh. CMIIW ya mas.. Kemudian oma-nya mas campuran Padang dan Sunda. Sunda nya kalau gak salah Sunda Garut deh. CMIIW lagi ya mas.. Dan si mas masih bergelar Teuku itu dari Opa Karimuddin..
Read More
Ternyataa.. berbeda loh teman-teman. Ada perbedaannya sedikit. Tapi di bagian yang gw suka. Halaah.. Dilema berat deh jadinya. Jadi setelah gw berkonsultasi dengan mbak Niken (anaknya ibu Kiky) ternyata secara teknis sangat memungkinkan kalau aku mau pakai Jogja Jangan Manir saat akad nikah. Cuman harus bangun jam 4 pagi nih.
Udah seneng dong gw. Secara yaa berarti memungkinkan dunk. Tapi kemudian mbak Niken mengingatkan gw kalau ternyata Panggih Jogja dan Panggil Solo berbeda. What ?!? Gw baru tau soal ini niih. Perbedaannya kurang lebih seperti ini :
Read More
Well, hari gini kok gw jadi bingung lagi yaah. Soal tata rias niih. Wekekeke.. Kalau diingat-ingat gw sudah ubah plan berkali-kali nih mengenai tata rias dan busana. Antara tata rias pengantin Solo dan tata rias pengantin Jogja. Gw break down aja ya satu-satu, jadi bisa terlihat betapa plin plan dan banyak maunya gw. Hehehe..
Plan 1 (sekitar awal persiapan pernikahan)
- Akad Nikah pakai tata rias Solo Putri dan Kebaya Broken White Payet Gold Riny Suwardy
- Resepsi pakai tata rias Jogja Jangan Manir dan Kebaya Pink Fushia Anne Avantie
Karena satu dan lain hal, aku jadi merubah konsep acara menjadi Klasik Tradisional. Aku mulai ngeh ko kalau pakai Basahan bagus ya.. Kayaknya jadi beda sendiri sama para tamu yang notabene juga pakai kebaya.
Akhirnya muncullah ide Plan 2. Dimana juga ada modifikasi warna dari kebaya akad. Aku terinspirasi dari bunga melati.. ![]()
Read More
Hari Minggu kemarin akhirnya aku, mas sama mama ketemuan sama ibu Hesty yang akan jadi MC pas acara pernikahan kita nanti. Aku sudah kenal sama tante Hesty sejak kawinannya mbak Wul Januari 2006 lalu. Perawakannya tidak banyak berubah, masih tinggi, masih langsing, masih cantik dan tutur kata yang haluus dan njawani bangeet. Karena aku dan keluarga ga mau pusing. Kita minta acara dari mulai siraman sampai resepsi di pegang sama ibu Hesty.
Kita janjian di cafe Cippies deket kompleksnya Kamaratih. Pas ketemuan kita langsung dijelasin detail dan teknis acara oleh tante Hesty. Mulai dari acara pengajian, siraman, malam midodareni, ijab kabul, panggih dan resepsi. Kita dikasih susunan acara sama beliau dan juga form detail panitia yang berperan untuk diisi dan dikasih ke beliau.
Read More
Catur Wedha/Catur Sabda adalah wejangan yang diberikan oleh calon bapak mertua / bapak calon pengantin wanita terhadap calon pengantin pria pada malam midodareni. Catur Wedha/Catur Sabda dibacakan teksnya di depan tamu undangan. Setelah selesai dibaca, teks tersebut di tanda tangan oleh bapak calon pengantin wanita kemudian diserahkan kepada calon pengantin pria.
Berikut teks dari Catur Wedha/Catur Sabda :
Read More
Menurut adat Jawa, Malam Midodareni adalah malam menjelang akad nikah dan panggih. Midodareni berasal dari kata widodari. Masyarakat Jawa tradisional percaya bahwa pada malam tersebut, para bidadari dari kayangan akan turun ke bumi dan bertandang ke kediaman calon pengantin wanita, untuk menyempurnakan dan mempercantik pengantin wanita
Well, itu kan mitosnya. Tapi makna Malam Midodareni lebih dalam dari pada itu. Bisa terlihat dari prosesi yang akan dilaksanakan pada Malam Midodareni . Prosesi malam Midodareni antara lain adalah (sesuai urutan) :
Read More


Leave A Comment