Siraman menurut aku adalah momen yang sangat berkesan saat acara kemarin, tentunya setelah ijab kabul yaah. Makna siraman itu sendiri adalah untuk menyucikan diri dan membuang segala kejelekan Calon Pengantin yang ada, tujuannya agar calon pengantin dapat memulai hidup baru dengan hati yang bersih dan suci. Sebelum siraman, akan dilakukan terlebih dahulu sungkeman calon pengantin kepada kedua orang tua calon pengantin.

Pada sungkeman ini, intinya adalah mohon maaf kepada kedua orang tua atas kesalahan-kesalahan kita terdahulu, mohon pamit karena kita akan memulai hidup baru dengan calon pasangan kita dan mohon doa restu agar orang tua selalu meridhoi jalan kita nanti. Kesannya saja mudah untuk dilakukan, namun pada prakteknya, beuuuhh…. Rasanya luaaarrr biasaaaa..

Sebelum sungkeman di mulai, sebelumnya kedua orang tua calon pengantin wanita melakukan upacara pasang blaketepe. Tujuannya adalah sebagai perlambang gotong royong kedua orang tua yang menjadi pengayom keluarga. Setelah blaketepe dipasang, orang tua calon pengantin wanita melakukan upacara pasang padi untuk melengkapi Tuwuhan. Pemasangan tuwuhan ini biasanya dilakukan di depan pintu masuk rumah. Tuwuhan ini sendiri mengandung arti suatu harapan kepada anak yang di nikahkan agar dapat segera memperoleh keturunan.

depan rumah tempat dipasang blaketepe dan tuwuhan

Tuwuhan terdiri dari Pohon pisang raja yang buahnya sudah masak, tebu wulung, cangkir gadhing, daun randi dan pari sewuli dan godhong apa-apa. Pisang raja yang buahnya masak adalah diharapkan pasangan yang akan menikah telah memiliki pemikiran dewasa atau telah masak. Sedangkan pisang raja itu sendiri mempunyai makna pengharapan agar pasangan yang akan dinikahkan kelak mempunyai kemakmuran, kemuliaan dan kehormatan seperti raja.. ^_^.

blaketepe, padi dan tuwuhan

Tebu Wulung sebagai gambaran sumber rasa manis, diharapkan kedua mempelai mempunyai kehidupan yang serba enak dan kedua mempelai mempunyai jiwa sepuh yang selalu bijaksana. Cengkir Gadhing merupakan simbol dari kandungan tempat jabang bayi atau lambang keturunan. Daun Randu dan pari sewuli bermaknakan agar kedua mempelai selalu tercukupi sandang dan pangannya. Dan Godhong apa-apa (bermacam-macam dedaunan) melambangkan harapan agar kehidupan terbebas dari segala halangan.

pasang blaketepe dan tuwuhan

Pada saat pasang blaketepe, papa dibantu Anggoro dan mama pada saat naik tangganya. Setelah blaketepe terpasang, giliran papa dan mama membuka tuwuhan dan pasang padi di dalam tuwuhan. Selesai acara pasang blaketepe dan tuwuhan, papa mama masuk ke tempat siraman dan mencampur air siraman. Kemudian memasukkan sebagian air siraman ke dalam kendi untuk segera diserahkan kepada Duto Tirto agar segera dibawa ke kediaman Calon Pengantin Pria.

mencampur air siraman dan penyerahan air kepada duto tirto

Setelah penyerahan air siraman kepada Duto Tirto, saatnya dimulai acara sungkeman.  Ini dia acara yang benar-benar sakral banget. Dari awal aku dibawa keluar oleh kedua bude-bude ku. Dada itu rasanya bergemuruh sekali. Langsung terbayang flashback dari masa kecil dimana seluruh perjuangan papa mama membesarkan dan mendidik aku terlihat jelas dibenakku. Disaat aku nakal sekali tidak bisa dibilangin tapi papa mama tetap luar biasa sabar dan gigih mendukungku. Begitu aku duduk di depan mereka, disaat aku mulai membacakan teks sungkeman, badan ini rasanya bergetar dan dengan bismillah aku mulai membacakan teks sungkeman. Tak lama kemudian air mata pun meluncur dengan deras di mukaku. Huks.. huks.. Teringat semua kesalahan diri dan betapa berjiwa besar kedua orang tua kita.. Rasanya luar biasaaaaa menampol jiwa dan raga..

mohon maaf kepada kedua orang tua

Ternyata yang banjir air mata bukan hanya aku saja. Papa mama juga begitu ketiga membacakan teks sungkeman. Si papa apalagi, saking heboh nangisnya sampai susah meneruskan membaca, sampai dielus-elus sama si mama. Melihat itu aku jadi semakin kejer nangisnya. Dan gak sedikit tamu yang melihat acara ini pun ikut menangis.

papa mama terharu

Waktu sungkemannya sendiri, aku tidak bisa tidak memeluk papa mama. Rasanya ingin aku rengkuh dan peluk erat-erat mereka. Aku berjanji, aku ingin bisa membuat mereka bahagia dan menjaga mereka selalu di hari tua mereka kelak. Mereka harus selalu bahagia, karena mereka selalu membuat aku bahagia. I love u always and forever mom and dad.. :)

maafin Anggi ya papa mama :(

Setelah acara sungkeman yang mengharukan selesai, saatnya siraman dimulai deeh. Airnya sih hangat yaah, tapi big mistake nya adalah ada AC yang menghadap langsung ke tempat siraman. JAdinya teteeuupp Brrrrr… Menggigil bo. Pada saat selesai sungkeman dan mau siraman, tim dari Kamaratih langsung sigap membuka kebaya aku, memakaikan rajut melati ke badanku, membuka kondeku dan memakaikan bando melati yang sudah dihias dengan mawar merah.

siraman Anggi

Selesai dilakukan siraman oleh 7 orang pini sepuh lainnya, giliran potong rikmo dilanjutkan dengan memecah kendil siraman oleh mama. Dan mama menjatuhkan kendil tersebut dengan mengucapkan : “Niat Ingsun Ora Mecah Kendi, Nanging Mecah Pamore Putriku Anggraini Widjanarti”. Dengan sekali ayunan, kendilnya langsung pecah deeh. Sempet termenung sejenak deh gw mikirin kalau pamor ku wis akan pecah. Hueheheeh.. Kalau sekarang sih sudah pecah beneraaan.. Huekekekeke.. :P Setelah dipecahin, aku dihandukin deeh (akhirnya) dan digendong papa sampai masuk ruangan :P .

pecah pamore..

Naah setelah itu aku langsung deh digiring ke kamar. Dan langsung di dandanin lagi oleh Ibu Kiky dan tim untuk acara dulang pungkasan. Serius yaa dandaninnya cepet beneer dan hasilnya baguuuss.. Me like it so much.. :D Waktu aku sibuk di dandanin, mama papa sibuk jualan dawet deh di luar. Para tamu beli dawet dengan krewengan genteng yang sudah disediakan oleh Kamaratih. Katanya sih jualan dawet ini biar tamu-tamu yang datang pada saat acara esok hari akan kemeruyukan kayak dawet.. Uhuuuy.. Naah pada saat jual dodol dawet ini, para tamu dipersilahkan makan sore deh oleh MC. Makannya Empal Gentong dan Martabak Kubang dr Caterindo. Alhamdulillah, semuanya bilang caterindo makanannya enaaak.. Uhuuuuy.. ^_^

papa mama jualan dawet

Setelah selesai di rias, aku langsung digiring keluar untuk acara lempar rajut melati dan lepas ayam. :P Begitu aku keluar, semuanya pada bilang make up na baguus. Muka ku jadi beda bangeet.. :P Wehehehehe, padahal blom pake paes lah yaa… Ibu Kiky emang cihuuuyy.. :D Setelah cara lempar rajut melati selesai giliran acara dulang kapungkasan. Ini adalah suapan terakhir calon pengantin wanita dari papa mama dan diakhiri dengan menyerahkan hasil jualan dawet kepada calon pengantin wanita.. :D

suapan terakhir

Alhamdulillah sudah selesai deh acara tangis menangisnya. Ibu Kiky memang sudah bilang juga sih kalau nangisnya dihabisin pada saat sungkeman, jadinya pas akad nikah nanti udah gak sedih lagi, yang tersisa tinggal senangnya deeh.. :D Selesai acara dulang kapungkasan, aku langsung digiring kembali ke kamar untuk kembali di dandani untuk acara malam midodareni. Sedangkan si mama papa masih menunggu duto tirto untuk melakukan prosesi tanam rikmo di halaman depan rumah.

tanam rikmo

Siraman memang sangat berkesan, jadi maaf ya kalo postingannya panjang, soalnya aku ingin cerita sedetail mungkin siih.. :D Untuk foto-foto lengkapnya, bisa lihat disini yaaah… :D