Hari Sabtu kemarin aku dan mas ketemuan sama mas Adit. Kata mas Adit ada beberapa undangan kita yang sudah jadi. Penasaran dunk hasilnya seperti apa, jadinya aku sama mas arrange ketemuan sama mas Adit. Ketemuannya di Grand Indonesia, janjian jam 2. Cuman ngaret sampai sejam. Untung aku sama mas ke Best Denki dulu, beli AC buat kamar kitaaa… ^o^

Pas ketemuan sama mas Adit, kita langsung dikasih 5 undangan kita yang sudah jadi. Kesan pertama.. Huaaaa syenaaangg.. Cakeeeppp… Terus selanjutnya baru mikir, gilee gw beneran mau nikah yaaa, udah ada undangannya gini pake nama kita di dalamnya.. :lol: *pikiranbodoh.. :P

Hasil undangannya rapih. Terus semua isi di dalamnya benar, tidak ada salah cetak. Dan karena aku banyak yang di poly dan di emboss hasilnya kinclong maliiih.. Hihihihi.. Yang ngeganjal sih cuman satu. Ini yang bikin aku berdebat sedikit sama si mama. Karena hasil block percetakan, warna merahnya agak kurang merah. Tidak se maroon yang di bayangin. Well, emang warna nya kita gak mau maroon sih, tapi merah. Cuman ini menurut aku kurang merah.

Apalagi pas di foto nya jadinya jadi kaya merah agak ke pink. Ini pendapat aku siih yang akhirnya di protes sama si mas dan sama si mama. ‘Itu warna merah kalii..’ :lol: Auk ah, gw yang lamur kali ya matanya. And then hasrat ingin kritik lagi kenceng. Tapi yaa sepanjang orang disekitar gw sepakat itu warna merah, gw iyain aja deh. Secara juga undangan itu buat orang lain ko, bukan buat gw. :P

Desain undangan kita dibuat desainnya sama Hikari as expected banget. Hikari bisa menangkap permintaan aku dan mas yang ingin terlihat ‘klasik’,'elegant’ dan ‘sophisticated’. Terus mereka bisa menangkap kalau aku itu suka banget ornamen-ornamen emblem kerajaan, tapi jangan yang terlalu formal atau besar.

Hasilnya yaa undangan kita ini. Ukurannya 15×15 cm, hard cover dan pakai amplop. Dari amplopnya di watermark motif wallpaper yang klasik. Terus paling suka ya Logo tempat nama aku dan mas. Desain yang sangat tidak biasa, dan tentunya tidak pasaran. Pada amplop, logonya di emboss jadi kesan muncul keluar gitu.

Kemudian buat undangannya sendiri, cover depannya itu ada emboss dan poli nama aku dan mas yang cukup gede dan bikin silau mata. :lol: Which I do really like. Kenapa ya ? Mungkin karena eye catching.. :D

Sedangkan buat didalamnya sendiri sih aku pakai model slip-slipan gitu. Mungkin biar fleksibel saja, soalnya ada beberapa tamu yang diundang saat akad nikah saja dan ada beberapa tamu juga yang diundang saat resepsi saja, dan ada juga yang diundang saat akad nikah dan resepsi juga.

Kita juga menyelipkan kartu ucapan tamu ke dalam undangan, tujuannya untuk diisi tamu nantinya dan dimasukkan ke dalam amplop angpow. :D Jadi nantinya tamu tersebut tidak perlu mengisi buku tamu lagi. Tapi kalau mereka tetap ingin mengisi buku tamu lagi ya gpp juga siih.. :P

Anyway, dari ketemuan kemarin ada beberapa kabar baik dari mas Adit, ada juga kabar buruk nya. Kabar baiknya, Hikari tetap memenuhi janji mereka mau memprint semua label undangan kami dan sekaligus menempelkannya. Kita tinggal kasih softcopy daftar nama undangan ke mereka dan mereka yang akan memprint ke label namanya dan sekaligus menempelkannya. Ini deal kita ke Hikari dari awal banget. Dan alhamdulillah masih dipenuhi sama Hikari. Ailafuuu Hikarii… :D

Kabar jeleknya, karena mereka full orderan, mereka mengaku tidak sanggup untuk membuatkan kita buku pengajian serta buku tamu kita nanti. Huks.. Terpaksa harus cari percetakan lain deh buat buku pengajian. Kemudian harus cari buku tamu juga deh. Nguk..

Yaa gpp lah kalau dipikir-pikir mereka sudah bersedia memprint label nama buat kita sudah sangat meringankan beban aku dan mas ko. Minggu ini aku dan mas mau kirim list daftar undangan kita ke Hikari, dan insyaAllah akhir Desember undangan kita semua sudah rampung (sudah ditempelkan label nama undangan) dan siap dikirim deeeh… :D